Header Ads

Layakkah Aplikasi MyJNE Digunakan?






Kalau kamu buka Google terus ketik 'Review Aplikasi MyJNE' pasti bakal bermunculan tulisan-tulisan yang berkutat seputar cara download, cara pakai dan seabrek fitur yang mungkin udah duluan dimuat di website resminya JNE. Banyak orang yang ikutan review aplikasi ini juga pasti ngasih testimoni tentang pengalamannya ngirim atau terima barang via JNE. Pun kalau aku juga tulis hal serupa, bisa jadi kamu udah duluan skip tab browser dan nyari tulisan yang lebih bagus lagi.


Untuk itu, aku mencoba nulis hasil ulasanku mengenai aplikasi MyJNE ini dari sudut pandang yang berbeda. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua. Yuk simak!


1. Langkah JNE mengembangkan Aplikasi MyJNE dinilai tepat.

Kehadiran aplikasi MYJNE yang dikeluarkan oleh PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir saat ini memudahkan para pegiat kirim-mengirim barang via JNE. Dulu, ketika baru ngirim atau mau terima barang, mesti cek resi via web browser yang aksesnya ribet banget karena mesti buka laptop. Pun harus ngetik nomor resinya yang lumayan panjang dan bikin produktivitas terganggu.

Saat ini, aplikasi MYJNE yang bisa diunduh gratis disini, sudah diunduh mencapai 100.000 hingga 500.000 walaupun masih versi 1.01 dan ratingnya masih 3.6. Angka rating tersebut tentu menjadi pertimbangan bagi siapa saja yang ingin mengunduh aplikasi ini di Playstore yang tergolong medium karena berukuran 7.2 MB. Jika penasaran kenapa bisa dapet 3.6 silakan baca beberapa testimoni pengunduh aplikasi ini.

Gebrakan JNE bikin aplikasi ini menurutku bukan hanya soal ingin eksis, tapi memang kebutuhan akses riwayat pengiriman barang sudah harus ada dalam gengaman. Gak jamannya lagi buka website dan ketik beberapa digit nomor resinya. Fitur scan barcode di Aplikasi MyJNE menjawab permasalahan ini dengan keren. Pegiat jual beli online gak perlu repot catat nomor resi satu persatu terus cek di websitenya. Tinggal scan sana sini, langsung bisa ditracking.

Namun, menurutku pribadi menilai konsep scan barcode masih nanggung. Bagaimana jika pengguna yang terdaftar dengan nomor ponsel langsung bisa dapet notifikasi dari pengirim kalau ada barang yang dikirim ke nomornya dan langsung kelihatan nomor resinya plus langsung bisa lihat riwayat pengirimannya? Ini lebih otomatis dan memudahkan pengguna serta gak perlu lagi catat nomor resi yang lumayan panjang itu. Mungkin ini bisa jadi pertimbangan JNE untuk mengembangkan aplikasinya ke depan.

Secara kadang-kadang kita yang statusnya penerima barang sering deg-degan nungguin barang yang belum sampai-sampai ke rumah, Entah itu ponsel yang baru dibeli online, paket dari keluarga, hadiah dari orang yang tersayang, dan lainnya. Menarik juga kalau tiba-tiba muncul notifikasi di ponsel, 'Kiriman dari XXX sudah sampai di kota Anda. Silakan menunggu paketnya tiba di rumah anda'. Asik kan?

2. Aplikasi MyJNE mudah digunakan?

Kata mudah disini, bukan diartikan mudah dipakai untuk keperluan kirim-terima barang. Tapi lebih dalam lagi, apakah aplikasi ini benar-benar MUDAH digunakan?

Ketika kamu pertama kali membuka aplikasi ini, langsung disuguhkan dengan slide info beberapa buah terkait fitur-fitur yang ada di aplikasi ini dan kamu bisa langsung menggunakannya tanpa harus login terlebih dahulu. Fitur login disediakan untuk akses fitur yang memang memerlukan autentikasi seperti MyCOD, MyShipment, dan My COD Wallet. pengguna dibebaskan untuk menjelajah fitur aplikasi ini sebelum memutuskan untuk mendaftar atau tidak. Bahkan kita bisa langsung cek status barang kita tanpa harus login terlebih dahulu. Keren kan?

Aku sedikit kurang setuju soal verifikasi Sign Up aplikasi ini via email. Karena pengguna jadi repot harus buka email lagi dan mengklik tautan dari JNE untuk aktivasi akun. Karena ini aplikasi di ponsel, kenapa tidak verifikasi dengan menggunakan kode yang dikirim via sms seperti halnya pengalaman verifikasi di aplikasi Facebook atau Twitter. Begitu pesan masuk dan kita buka, langsung otomatis teraktivasi tanpa harus buka tautan.

Lalu aku juga kurang nyaman dengan menu JNE Nearby. Pertama, lokasi JNE terdekat di kota Banda Aceh tidak kelihatan (Dibuktikan dengan tidak adanya ikon Joni berwarna merah), padahal aku tahu persis dimana-mana saja lokasi JNE. Namun tidak muncul di menu ini. Bisa jadi belum diupdate atau bagaimana. Yang ada malah lokasi kantor JNE versi google map dengan ikon persegi coklat.


Terus, coba dites, setelah tekan menu JNE Nearby, terus tekan menu My COD Wallet, terus tekan menu home dan tekan kembali menu JNE Nearby, icon manusia berwarna biru itu melayang dari benua Afrika dan berdiri tempat di lokasi kita saat ini. Jika diulangi lagi, maka icon tersebut melayang lagi dari benua Afrika dan tidak langsung berada di tempat kita tadi. Walaupun ini tidak begitu penting, tapi kadang-kadang pengguna butuh lebih dari sekali untuk melihat JNE Nearby.


Pemilihan empat menu utama di aplikasi ini (Home, JNE Nearby, My COD, My COD Wallet) menurutku memudahkan pengguna untuk memilih kebutuhannya di aplikasi ini. Begitu membuka aplikasi ini, langsung tampilan home berupa fitur search. Jika kebutuhannya My COD Wallet, langsung bisa tekan menu paling kanan. Dan posisi menu di bawah layar memudahkan pengguna mengaksesnya hanya dengan satu genggaman tangan. Intinya, penggunaan aplikasi ini tergolong mudah.

Iseng, aku coba cek harga tarif di fitur MyTariff. Aku memasukkan asal kota Banda Aceh dengan tujuan Bandung. Ongkos kirim sekilo tanpa memasukkan nilai dimensi adalah OKE = Rp. 26.000 dan REG = 30.000. Aku coba memasukkan nilai dimensi 10x10x10 cm, harganya masih sama. Ketika aku memasukkan satuan dimensi 20x20x20 cm, harga langsung berubah 2 kali lipat sehingga menjadi OKE = Rp. 52.000 dan REG = Rp. 60.000 dengan berat tetap 1 KG. Dan ketika aku masukkan nilai 20x15x30 cm, harganya tetap 2 kali lipat dari harga normalnya. Mungkin perhitungan dimensi ini menggunakan jumlah volume barang yang mau dikirim, bukan hanya berdasarkan lebar saja, atau panjangnya saja.

Walaupun pada aplikasi MyJNE ini hanya untuk mengetahui kisaran harga sebelum benar-benar ditimbang dan diukur di loket JNE, setidaknya kamu bisa hitung-hitungan berapa uang yang akan kamu habiskan untuk mengirim barang nanti. Intinya, kamu harus cermat dalam mengemas barang sebelum dikirim agar harganya tidak terlalu tinggi karena ukuran paket yang kebesaran.



3. Design tampilan aplikasi MyJNE memikat?

Sebenarnya tidak perlu terlalu memikat ketika berbicara aplikasi mobile. Yang paling utama adalah branding aplikasi itu sendiri. Apakah benar-benar memuaskan pengguna atau malah menyulitkan. Komposisi warna merah pada aplikasi MyJNE mungkin didasari dengan warna dominan merah pada branding JNE.

Di bagian My COD Wallet, kita disuguhi dengan tombol kardus tertutup, yang jika ditekan, akan muncul empat menu lainnya dengan variasi warna dan transisi yang lembut. Menurutku ini termasuk menarik, sebab kadang-kadang aku sendiri mencoba menekannya beberapa kali untuk melihat bagaimana kardus itu terbuka dan tertutup ketika ditekan. Kamu sudah pernah nyoba? Hehe.

Di bagian profil, kita bisa mengganti foto profil, tapi tidak bisa mengganti background covernya yang berwarna biru dengan matahari di sebelah kirinya. Sejujurnya aku kurang nyaman dengan desain bagian ini, Kenapa designer aplikasi ini memasang cover gambar gunung warna biru dengan gaya polyart? Terus hubungannya sama JNE apa ya? Kadang disitu saya merasa bingung.


Oiya, sebenarnya ini kurang kerjaan sih, tapi entah kenapa aku penasaran. Aku coba masukin nomor resi yang udah lama banget, dan ternyata masih bisa dibuka via aplikasi MyJNE. Seandainya saja seperti yang kukatakan sebelumnya, kita bisa langsung melihat riwayat pengiriman barang di aplikasi MyJNE secara otomatis tanpa perlu memasukkan resi, pasti lebih baik. Apalagi penggunanya nanti tidak hanya anak muda. Bisa jadi orang tua yang baru terjun di bisnis jualan online akan kesulitan membaca dan memasukkan nomor resi.


------



Dari beberapa ulasanku di atas, sepertinya kita bisa mengambil kesimpulan kalau aplikasi MyJNE sudah sangat dibutuhkan oleh masyarakat di jaman sekarang, yang notabene sering melakukan pengiriman barang baik antar kota maupun antar provinsi. Segala kebutuhan terhadap JNE sudah ada di dalam genggaman. Seperti nama aplikasinya MyJNE, mungkin JNE sudah terasa menjadi ekspedisi pribadi. Seperti yang artinya JNEku, sapaan bagi sesuatu yang terasa dekat, nyaman dan perasaan memiliki bagi kita sebagai pengguna.

Oke, ditunggu versi terbaru aplikasi ini yang lebih powerful dan lebih useful!


Aslan Saputra
Banda Aceh

8 comments:

  1. Ulasan yang bagus dari sisi abang banget ini. Mungkin ke depannya bisa dimaksimalkan aplikasi myjne itu ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung, Cutdekayi :-D

      Delete
  2. Saya juga sama mas pelanggan aplikasi my jne karena setiap saya mengirim barang selalu menggunakan jasa jne.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Kalau di Aceh memang dominannya pengguna jasa JNE hehe

      Delete
  3. Replies
    1. Layak apa ni mas? hehe
      Terima kasih sudah berkunjung ya mas

      Delete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^

Powered by Blogger.