Header Ads

Senjata Baru Gumugu Studio untuk Project Augmented Reality: ASUS ZEN AiO Pro Z240IC



Sumber: Gizmodo.com
Tiga tahun yang lalu, saya memilih teknologi augmented reality sebagai focus penelitian tugas akhir dengan harapan hal itu dapat saya kembangkan menjadi satu bisnis yang menjanjikan di masa depan. Augmented reality itu sendiri adalah teknologi realitas tertambahkan yang dapat kita jumpai dengan mudah sekarang ini.


Contoh mudahnya jika kita membeli jajanan Choki-Choki dan akan mendapatkan sebuah kartu Boboiboy yang jika dilihat melalui aplikasi mobile, akan keluar animasi 3D pertarungan boboiboy. Contoh lainnya, kita dapat melihat informasi-informasi tambahan di dunia nyata seperti arah jalan, nama gedung dan lainnya melalui kamera, Google Glass atau Microsoft HoloLens. Atau contoh yang paling mainstream adalah adegan wajah Tony Stark yang mengontrol Iron Man Suit dari dalam helmnya yang bertaburan data dan informasi tambahan. Nah, itulah sedikit mengenai Augmented Reality.

Sumber:Pinterest.com

Namun dengan keterbatasan sumber daya dan gadget yang saya punya, akhirnya cita-cita bersama Augmented Reality harus saya simpan di kotak mimpi yang mungkin akan saya buka kembali suatu saat. Hasil penelitian sarjana saya juga kini hanya menjadi buku usang di perpusatakaan kampus. Saya pun akhirnya fokus kepada pengembangan aplikasi dan website di bawah usaha saya sendiri, Gumugu Studio, untuk memenuhi penghidupan bersama keluarga.

Sesekali, saya juga tidak menolak jika datang orderan untuk membuat animasi standar. Jika permintaan sudah agak sulit, baru saya menolak dengan alasan agar tidak menganiaya laptop yang spesifikasinya belum mampu diajak berjuang untuk mengembangkan animasi. Daripada laptop error di tengah jalan, mending mundur langsung kan ya?

Walaupun begitu, terkadang saya juga sering sekedar browsing untuk melihat gadget-gadget dengan spesifikasi yang tinggi dan berkhayal bagaimana jadinya bila saya mempunya gadget seperti itu. Pasti akan lebih powerful dan lebih produktif. Hal ini sering menjadi terapi diri jika sudah terlalu stuck dengan pekerjaan dan berpikir, 'Bagaimana jika saya punya ini dan ini?' Pertanyaan-pertanyaan seperti itu pada akhirnya menyadarkan saya kembali bahwa khayalan saya akan dapat terwujud jika saya berhenti berkhayal dan kembali bekerja. 

Dan di akhir browsing pun berhenti pada salah satu produk dari ASUS yang memiliki varian Zen All in One atau lebih mudah disebut ZEN AiO. Tidak butuh waktu lama untuk membaca semua spesifikasi yang ditawarkan dan hatipun terpaut seraya menghitung-hitung berapa duit yang harus dikumpulkan untuk bisa mengupgrade senjata Gumugu Studio dengan produk dari ASUS ini.

Yang saya paling suka di antara semua produk adalah ASUS ZEN AiO Pro Z240IC yang tampilannya lebih memesona dari yang lain sebab terlihat ramping dan kompak jika diposisikan dimana saja, pun tentu saja dengan spesifikasi yang garang pula. Dengan processor Intel® Core™ i7 6700T ditambah NVIDIA® GeForce GTX960M yang support 4K bikin proses modeling, rendering dan editing untuk video dan animasi akan lebih cepat dan produktif. Apalagi RAM nya sampai 16GB, dua kali lipat performanya dari kondisi laptop saya saat ini yang RAM nya masih 8GB. Sambil menunggu kerjaan, kita bisa minum kopi atau makan biskuit coklat karena ASUS AiO ini fleksibel ditaruh di setiap sudut kantor. Gak mesti ditaruh di atas meja kerja di dalam ruangan ber AC.

Fitur 4K yang disediakan memang sangat berguna bagi pekerjaan di Gumugu nanti. Karena butuh waktu dan konsentrasi untuk sekedar memilih kombinasi warna ataupun kecocokan tema pada setiap project desain. Apalagi ketika mengembangkan animasi.




Di antara semua fitur ASUS ZEN AiO Pro Z240IC ini, saya sangat tertarik dengan teknologi RealSense dari Intel. Hal ini mengingatkan saya pada mimpi mengembangkan Augmented Reality. Ingin lebih tahu, saya coba searching lebih dalam fungsi dari fitur RealSense ini dan hasilnya, saya benar-benar harus mengumpulkan uang untuk segera membeli perangkat bombastis ini untuk Gumugu Studio. Pengen banget!

Sumber: www.asus.com

Fitur kamera dengan teknologi RealSense membuat saya berpikir panjang tentang mimpi untuk mengembangkan Augmented Reality (AR) sekarang. ASUS ZEN AiO membuat pengembangan AR jadi lebih mudah. Saya sebagai pengembang dapat lebih dalam mengeksplorasi objek AR dengan menggunakan teknologi RealSense ini yang dapat menggerakkan objek secara 3D, dengan cara menggerakkan tangan yang terekam kamera.

Saya makin gak sabaran menggunakan ASUS ZEN AiO ini karena dulu penelitian saya juga mengenai penggunaan kamera sebagai penghubung user dengan AR. Saya meneliti tentang kualitas render objek yang dihasilkan berdasarkan kualitas kamera yang dipakai. Dengan teknologi AR yang menggunakan kamera biasa saja sudah dapat berinteraksi dengan objek AR, apalagi dengan kamera RealSense yang dimiliki ASUS Zen Aio Pro Z240IC ini, pasti pengalaman user terhadap AR akan semakin lebih mengasyikkan.


Apalagi sekarang lagi populernya Virtual Reality(VR) yang bisa digunakan dengan beberapa smartphone. Jika dengan memakai kacamata VR kita akan merasa berada di dunia yang baru dan kehilangan kontak dengan lingkungan sekitar, maka dengan AR kita akan melihat dunia kita sendiri yang telah tertambahkan teknologi layaknya dunia virtual. Yang tertambahkan dari AR adalah realitasnya, dengan tidak mengganti realitas yang ada seperti VR.

Bayangkan, jika AR telah berhasil kita kembangkan, saya ingin agar di sekitar kota Banda Aceh terdapat fitur informasi tambahan di setiap sudut kota. Jadi kalau ada turis yang datang, tinggal mendownload aplikasinya dan langsung menggerakkan smartphonenya untuk mendapatkan informasi mengenai kota Banda Aceh secara update tanpa perlu tersesat atau salah informasi. Lalu, di setiap pohon di Kota Banda Aceh yang telah terdaftar di Sistem Database Pohon, dapat langsung kita akses datanya hanya dengan mengarahkan smartphone ke arah pohon. Simple tapi keren kan?

Apabila senjata baru Gumugu ini (ASUS ZEN AiO Pro Z240IC) benar-benar ada di kantor Gumugu, saya yakin dan percaya bahwa kerjaan kami yang biasanya fokus di bagian aplikasi dan website akan lebih cepat selesai. Kamipun lebih punya banyak waktu untuk menyokong Project AR ini baik dari segi finansial maupun sumber daya manusianya. Sebab selama ini, Project Gumugu selalu berdiri sendiri tanpa dana bantuan dari luar dan itu didukung dari pemasukan orderan project yang lain. Itulah yang menjadi salah satu hambatan kenapa beberapa produk hasil Project Gumugu belum semuanya dilaunching sampai sekarang.

Dengan adanya produk ASUS ini, selain dapat mendukung operasional dan meningkatkan produktifitas waktu, juga dapat meningkatkan kualitas produk di Gumugu itu sendiri. Produk ASUS yang saya gunakan saat ini seperti Zenfone dan Asus Transformer Flip Book benar-benar telah meningkatkan produktifitas saya di Gumugu hingga 30%. Namun ya begitulah, untuk mencapai hasil yang maksimal tentu saja senjata yang dipakai juga harus diupgrade. Semakin lama bekerja, saya jadi tahu bahwa untuk bisa bersaing di bisnis yang berbasis teknologi ini, kita juga harus terus mengupdate skill dan peralatan tempur kita juga. Jika ASUS ZEN Aio ini udah ditangan, InsyaAllah bisa dimaksimalkan hingga 100%.

Mungkin tahun ini lagi uforianya VR kali ya. Tapi kedepan, melihat pengembangan AR yang juga begitu pesat, sangat disayangkan kalau Gumugu tidak segera terlibat untuk menghasilkan karya AR baik untuk Aceh maupun Indonesia. Semoga kedepan mimpi saya untuk bisa mendapatkan alat tempur baru ASUS ZEN AiO Pro Z240IC bisa terwujud. Amin!

Oiya, yang berminat memiliki senjata ini juga akan saya cantumkan spesifikasinya, yuk upgrade senjata bisnis digital kita!

Spesifikasi ASUS ZEN AiO Pro z240IC:


Display:
23.8"(60.5cm), 16:9, Full HD 1920x1080, LED-backlight, IPS, 178° wide viewing angle
Touchscreen:
Multi-touch (10 Fingers Touch)
Processor:
Intel® Core™ i7 6700T
Chipset:
Intel® H110
Grafis:
NVIDIA® GeForce GTX960M 2GB
Memori:
16 GB Up to 32 GB
Dual Channel, DDR4 at 2133MHz
Storage:
2TB SATA Hard Drive
Wireless Data Network:
802.11 ac, Bluetooth V4.0


LAN:
10/100/1000 Mbps
Kamera:
1 M Pixel
Intel RealSense Camera
Audio:
SonicMaster Premium
Speaker:
4 x 2 W
2 x 4 W Internal Woofer
Built-In Mic:
Digital Array Mic
Port I/O:
1 x USB 3.1 *1 
4 x USB 3.0 
1 x USB 2.0 
2 x HDMI-Out*2
1 x RJ45 LAN
1 x Headphone (Speaker Out)
1 x Microphone
1 x Kensington Lock 
1 x DC-in
1 x Power input
Card Reader:
2 -in-1: SD/ MMC
Power Supply:
180 W Power adaptor
Dimensi:
585 x 434 x 52 ~190 cm (WxHxD)
Berat:
7.3 kg
Warna:
Icicle Gold
Aksesoris:
Keyboard+Mouse , Wireless


Tulisan ini diikutsertakan pada kompetisi blog  ASUS - Intel Writing Competition. Start UP, Now!

21 comments:

  1. Baru tau ada perangkat secanggih ini. Btw, ulasannya cerdas, ringkas dan mudah dipahami. Semoga mimpinya segera berjawab. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin. Iya bang produk ASUS sekarang ini memang udh ngasi spesifikasi yang bagus-bagus banget. Dan tentu saja harganya lebih hemat dari produk dengan spesifikasi yg sama dan merek yg berbeda.

      Delete
  2. Keren banget ASUS itu ya aslan. Dan kk dapat ilmu baru ttg augmented reality disini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak.. Mereka mulai bikin produk sekelas macbooknya Apple namun dgn spesifikasi yg lebih tinggi dan harga yg lebih terjangkau. Untuk indonesia ini konsep pasar yang menarik. Btw augmented reality mmg menarik untuk dibahas kak :D

      Delete
  3. Keren..!
    Merunut sekali ulasanmu, Aslan.
    Kebetulan kakak juga pakai Asus selama ini
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau bermanfaat kak. Iya Asus udh mulai membumi di Indonesia kayaknya hehe

      Delete
  4. Betul, sekarang masih eranya VR, jadi sabar aja next time AR akan segera memenuhi pangsa pasar. Secara melihat keberadaan VR sendiri saya kurang berkenan, membuat manusia semakin mengalami dehumanisasi saking fokus pada gadgetnya. Siapa tau dengan AR lingkungan sekitar masih dilirik oleh manusia itu sendiri.

    Nice writing, keep sharing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba dari dulu saya juga udh kepincut sama AR ketimbang VR yg bikin kita lalai di dunia virtual. Btw thank you mba udah mampir :D

      Delete
  5. AR emang lagi booming ya akhir2 ini. Aku pernah lihat langsung simulasi AR dan itu keren banget! Kalau AR bisa dikembangkan dan dan bisa digunakan masyarakat banyak enak ya, buat mendokumentasikan hal2 menarik di sekitar kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba. Yang sekarang lagi booming itu VR karena udah disupport sama gadget keluaran terbaru. Kalau AR sendiri sebenarnya sudah lama sih munculnya, tinggal kita tunggu masa populernya aja hehe

      Delete
  6. Wow keren bang.Selain ASUS kenapa abang gak tertarik dengan produk lain. Kayak iMac. ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ASUS udah menang dari segi harga juga Ruslan hehe. Speknya bersaing dengan iMac tapi lebih bisa dijangkau, khususnya bagi kita-kita yang baru merintis usaha

      Delete
  7. Canggih banhet ya mas. Klo desain grafis dan berhubungan dengan teknologi terbaru kayanya ngga ada lawan deh. Mampir balik yaaaaak. Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas don hehe, kebetulan karena jenis usaha saya juga membutuhkan alat yang bisa support pekerjaan grafis, jadinya ya mesti bijak pilih gadget yang keren namun harganya terjangkau di dompet hehe. Thanks ya mas udah mampir.

      Delete
  8. Haha keren banget tuh kalo di pohon bisa ada informasi tersembunyi..waktu pertama mainin kartu Boboiboy sama Gavin, terperangah, kok bisa yaa, mejiiikk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, yang kartu Boboiboy menurutku juga inovasi bisnis yang keren. Karena anak-anak sekarang imajinasinya bisa terbantu dengan AR yang tertanam di kartu hehe

      Delete
  9. Asus makin canggih aja nih, keren gila.
    ulasannya juga detail dan mudah dipahami bih soob, apalagi buat saya yang terbilang jarang update masalah teknologi kayak ginian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Semoga bermanfaat ya mas. Asus juga selalu uptodate berinovasi di bidang fitur-fiturnya mas. Terima kasih sudah mampir ya mas.

      Delete
  10. Keren kang.. hebat nih asus sudah mendunia :) bisa pakai main pokemon go gak ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe kayaknya bisa aja mas, cuma yang lucu aja kalau kita bawa kompi nya segede itu kemana-mana hehe. Mungkin kita bisa bikin game yang lebih menarik lagi daripada Pokemon Go:D

      Delete
  11. What's up, this weekend is good designed for me, as this point in time i am reading this impressive informative paragraph here at my house. gmail log in

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^

Powered by Blogger.